Don’t Hug Me : Andwe! the prince school is jyunishi |Chapter 1|

4fd144b325ec2_副本_副本

© Title          :   Don’t Hug Me : Andwe! the prince school is jyunishi |Chapter 1|

© Author      :  GaemVye (@GaemVye)

© Lenght       : series

© Genre        :  Fantasy, friendship, romance,family

© Casts              :

  • Park Han Na (OC)
  • EXO member
  • Sulli F(X)

© Note          :

Jang-jang. . . . akhirnya part 1-nya rilis juga. Aku harap readers nd’ kecewa dengan FF-nya. Mian kalau banyak yang typo ne J. Oh ya untuk part 2 nya mungkin agak lama sharenya. Soalnya author lagi UTS, doa.in author yach moga dapat nilai yang memuaskan ( kok malah curhat ya’ :D )

Happy Reading . . .

Author Pov.

“ ah. . . hari ini akan menjadi hari yang sangat cerah “ teriak seorang yeoja saat keluar dari tenda kecilnya. Yeoja yeoppo ini bernama Park Han Na, seorang Siswi SMA kelas 3. Dia terpaksa tinggal di Tenda yang terletak ditepi hutan karena Eommanya sudah meninggal dan rumah harabeoji(kakek)nya sedang direnovasi. Walaupun nasibnya yang begitu menyedihkan, tapi dia memiliki tekat dan semangat yang kuat untuk menjalani kehidupannya.

Di tenda kecilnya hanya berisi pakaian-pakaian dan sedikit makanan. Namun ada satu barang yang selalu menemaninya saat dia merasa kesepian. yaa. . . bingkai foto kecil berisi foto sang eomma yang terpajang rapi diantara tumpukan-tumpukan barang.

“ eomma! Aku berangkat sekolah sekolah dulu ne “ ucap Han Na kepada foto eommanya. Dia pun beranjak pergi dari tenda kecilnya menuju sekolah. dia selalu berangkat sekolah sendiri. Menelusuri lebatnya hutan dimana dia tinggal. Tapi tidak setiap hari yeoja ini tinggal ditendanya. Terkadang dia menginap dirumah temannya.

Saat tengah asyik berjalan, tiba-tiba dia melihat rumah yang tak jauh dari tenda kecilnya. rumah asing yang kelihatnya sangat damai dan menyenangkan. “ ah. . . kenapa aku tak pernah menyadari bahwa disini ada rumah ? “

Han Na pun mendekat kearah rumah itu, dan melihat keadaan disekitarnya rumah asing itu “ kenapa rumah ini sepi sekali, apa ada yang tinggal disini ? “

Tak lama kemudian matanya pun tertuju pada batu lukis yang berbaris rapi di teras rumah tersebut. “ kyeopta. . . ! sepertinya lukisan ini menggambarkan 12 shio “ katanya sambil tersenyum menikmati batu lukis yang ada didepannya.

“ annyeong “ sapa seorang namja yang tiba-tiba berdiri didepan Han Na. Sontak Han Na pun terkejut dan mengfokuskan pandangannya kearah namja tadi.

Park Han Na Pov.

“ ah. . . namja ini mengagetkanku saja, berdiri tiba-tiba dihadapanku “ gumamku dalam hati.

Namja asing ini hanya tersenyum manis sambil memegang Koran “ apa aku salah lihat atau memang ada yeoja yeoppo yang berada diteras rumahku ? “

“ ah. . . mianhae, aku hanya melihat-lihat saja “ ucapku sedikit gugup.

“ aku tak bermaksud untuk masuk kesini tanpa izin “ sahutku lagi

Namja dihadapanku ini hanya tersenyum dan mendekatiku “ Gwenchanayo, aku mengeluarkan batu lukis ini agar mereka cepat kering “

“ tapi aku tak percaya, kau bisa tertarik dengan benda-benda konyol ini “ sahutnya lagi sambil menatapku lekat.

“ ne, aku sangat tertarik pada benda-benda ini, tapi menurutku benda-benda ini tidak konyol, mereka sangat indah “

“ ya. . .ya, aku harus akui, sebenarnya aku juga mengagumi benda ini “ kata namja dihadapanku ini sambil melihat lekat ke arah batu lukis ini.

“ oh. . . tapi seharusnya ada kucingnya juga kan ? “

“ kucing ? ah. . . aku yakin yang kau maksud adalah dongeng tentang jyunishi  ? “.

Jyunishi adalah kisah tentang 12 shio dan seekor kucing . dahulu kala dewa mengundang semua hewan untuk makan malam di istananya sekaligus dewa akan menyelanggarakan suatu perlombaan untuk memutuskan binatang apa yang menjadi pemimpin dalam siklus pertahun.

Mereka semua harus datang tepat waktu. Saat tikus yang sangat jail mendengar berita itu, diapun ada niat untuk menipu kucing tetangganya. Dia mengatakan pada sang kucing bahwa pestanya diadakan sehari setelahnya. Hari berikutnya semua hewanpun berbondong-bondong menuju tempat perayaan dan perlombaan

Pada saat perlombaan, tikus yang penuh akal menumpang pada si kerbau yang kuat dan gagah untuk menyebrangi sungai. Yap. . . perlombaanya adalah menyebrangi sungai. Siapapun yang dapat menyebrangi sungai akan mendapat giliran pertama, dan sisanya akan mengikuti urutan sesuai dengan kedatangan mereka dan ketika kerbau sudah mau melompat ke seberang sungai, tanpa sepengetahuan kerbau tikus pun melompat duluan dan menjadikan dia sebagai pemenang.

Oleh karena itu tikus menjadi tahun pertama dalam siklus shio sedangkan babi yang pemalas menempati posisi terakhir. Karena sang kucing yang tak mengikuti perlombaan akhirnya dalam siklus shio tidak terdapat shio kucing.  Menurut legenda itulah yang menyebabkan permusuhaan antara tikus dan kucing ( oh ternyata gitu, author baru tahu J, tpi itu baru mitos ya )

“ aku ingin tau yang dikatakannya saat dia dengar kalau dia punya fan “ gumam namja ini yang terdengar jelas di telingaku.

“ eh. . .? “

“ anniyo, lupakan saja. Oh ya, shio mu apa ? “

“ shio anjing “ ucapku sambil tersenyum manis kearah namja dihadapanku ini.

Namja itupun melihat kearahku intens sambil memegangi dagunya “ pertama aku bertemu denganmu ada yang aku suka dari mu, selain kecantikan wa-aa “ belum sempat namja asing ini melanjutka ucapannya, tiba-tiba seseorang dari dalam rumah itu keluar dan memukul kepala namja asing ini dangan tasnya.

“ tolong maafkan sepupuku ini, Han Na-shii “

“ dia agak kurang ajar, tapi tidak berbahaya “ sahutnya lagi.

Aku pun kaget sekaligus bahagia saat melihat orang yang ada dihadapanku ini “ ah. . . Lee Sehun! “

“ eomma, aku tak percaya. Pujaan yeoja-yeoja disekolahanku, Lee sehun berdiri tepat disini, didepan mataku “ jeritku dalam hati.

Aku pun hanya berdiri mematung sedangkan namja asing yang dipukul sehun tadi hanya memegangi kepalanya yang sakit “ yaa. . . namja Babo, apa yang ada didalam tas itu ? sebuah kamus ? “ sehun hanya tersenyum melihat sepupunya yang kesakitan.

_____

“ jadi kau salah satu teman sekelas sehun disekolah ? “ tanya namja yang ternyata adalah sepupu sehun.

“ oh ya. . . perkenalkan namaku Lee Chanyeol, sepupu dari sehun, aku 2 tahun lebih tua darinya “ katanya sambil tersenyum aneh kearahku.

“ ah. . . lama-lama orang ini menakutkan juga “ gumamku dalam hati.

“ ne, senang bertemu dengan anda “ balasku sambil sedikit membungkukkan badanku.

“ yaa. . . apa yang membawamu sepagi ini kerumahku, Han Na-Shii ? “ tanya sehun dingin.

“ aku kan tinggal didekat sini “

“ didekat sini ? dimana ? “

“ ditepi hutan, lebih tepatnya dekat sungai “ jawabku sedikit gugup

“ ah. . . aku rasa aku akan pergi sekarang, senang bertemu kalian “ jika aku tak segera pergi aku akan terlambat, lagi pula ada sehun disini, bisa-bisa jantungku akan meledak karena detakkannya yang 1000 kali lebih cepat dari biasanya. Yaa. . . aku memang menyukainya.

“ tunggu Han Na-Shii “

“ eh ? “ aku pun membalikkan badanku dan menatap sehun gugup

“ karena kau sudah disini, kenapa kita tidak berangkat bersama ? “ katanya sambil memperlihatkan senyuman kecil dibibirnya. Ah. . . eomma apa aku sekarang sedang bermimpi. Saat perjalanan kesekolah sehun hanya diam, dan aku hanya menundukkan wajahku karena begitu gugup.

_____

“ L-O-V-E “

“ kami cinta sehun “

“ sehun ! sehun ! “

Teriak SeClu menyambut aku dan sehun saat tiba di gerbang sekolah. tapi sehun hanya bersikap dingin dan pergi tanpa memperdulikan SeClu yang dari tadi meneriakinya. SeClu adalah FanClub yang terdiri tiga yeoja yang sangat menggilai sehun. Aku yang berjalan disamping sehun hanya tertunduk menyembunyikan wajahku yang sangat merah ini. aku masih tidak percaya bahwa aku bisa sedekat ini dengan sehun.

 

10.00 wib, jam istirahat

“ yaa. . . Park Han Na !!! “ teriak SeClu saat melihatku berjalan sendirian dilorong kelas.

“ mwo ? “ jawabku santai, ah . . . mereka pasti memarahiku karena tadi pagi aku jalan bersama sehun. Itulah kebiasaan SeClu, jika ada yang dekat dengan sehun mereka akan mengancamnya.

“ apa maksudnya semua ini, Nona Park ? “ kata mereka bertiga serempak

“ kenapa kau berangkat sekolah bersama pangeran sehun ? “ teriak Na Ri, dia adalah salah satu anggota SeClu yang menggilai mode dan Selalu membawa cermin ditangannya.

“ itu hanya kebetulan “ jawabku menjelaskan

“ kami juga berharap begitu, tidak mungkin seorang sehun mau berangkat sekolah dengan mu “ ucap Hae Ra, anggota SeClu yang sangat manja.

Ketua SeClu pun akhirnya angkat bicara, Min Ji, anak kaya dan gadis paling populer di SMA seoul “ setiap gadis di SMA Seoul pasti tau bahwa Lee Sehun dari kelas 3-D adalah anak laki-laki paling tampan disekolah ! “

“ dia cerdas! “ sahut Hae Ra

“ hebat dalam Olahraga! “ sahut Na Ri

“ aish. . . jinja mereka sangat menyebalkan “ kesalku dalam hati. Tapi aku tak mungkin melawan mereka bertiga.

“ dan hanya untuk informasi saja, kami adalah SeClu. FanClub dari pangeran sehun “ teriak Min Ji tepat didepan wajahku

“ kami yang duluan Nona, jadi sebaiknya kau minggir! “ sahutnya lagi

“ Hey !!! “ Tiba-tiba teriakkan seorang yeoja pun membuatku dan SeClu langsung menoleh kearah teriakan itu berasal.

SeClu pun membalikkan badan dan serempak berteriak “ Apa ?! “ nyali mereka pun menciut saat melihat seorang yang berteriak tadi adalah Ran, sahabat karibku dan salah satu orang yang paling ditakuti disekolah.

Aku yang melihat ekspresi wajah SeClu hanya bisa tertawa “ hanya kebetulan kata kalian ? sekarang kalian harus pergi, sebelum hidung kalian yang besar itu bonyok “ ucap Ran mengancam mereka.

“ ach. . . Ran, kau tak kan menakuti kami dengan gaya bicaramu yang seperti preman itu “ teriak Min Ji mencoba memberanikan diri.

“ jika kalian tidak pergi, aku akan mengutuk kalian ” ucap Yuri yang berada disamping Ran kepada SeClu, seketika itu SeClu pun lari entah kemana. Wajar SeClu takut dengan yuri, yuri terkenal aneh dan rumor yang beredar kalau dia menguasai ilmu hitam dan hal-hal mistis lainnya. Walaupun Ran dan Yuri ditakuti banyak orang, tapi mereka selalu baik padaku. Mereka adalah sahabat yang selalu ada saat aku butuhkan.

“ apa mereka mengganggumu ? “ tanya Ran yang menyemaskanku dan memeluk tubuh mungilku.

“ Gwenchana Ran, kau tak perlu mencemaskanku “

“ Yuri, jangan mengutuk orang lain okey ? “ kata Ran sambil mengelus rambut yuri lembut.

Di Kelas Memasak

     “ kalian tau sejujurnya, aku sangat gugup berbicara dengan sehun pagi ini, aku tak bisa bicara padanya, oh anni bahkan aku tak bisa memandangnya “ kataku pada Ran dan yuri tentang kejadian tadi pagi saat aku berangkat sekolah dengan sehun.

“ aku merasakan aura aneh datang dari anak itu “ ucap yuri sambil memotong ikan

“ aneh bagaimana ? “

“ aku tak tau, hanya saja aku merasa ada yang berbeda dari sehun “ jawab yuri

“ ya. . . aku akui, memang dia memiliki hawa-hawa yang mencurigakan disekitarnya. Dan ada cerita aneh juga yang berhubungan dengannya “ sahut Ran membela yuri. Ah. . . kenapa suasananya jadi seserius ini.

Akupun mendekatkan sedikit tubuhku kearah Ran “ memang cerita aneh apa ? “

“ aku dengar salah satu anggota SeClu mencoba memeluknya, tapi dia mendorongnya. Lalu yeoja itu terjatuh dan sehun meninggalkannya begitu saja “

“ seperti yang aku bilang, aku merasakan energi aneh yang mengelilingi tubuhnya “ sahut yuri meyakinkanku. ah. . . apa benar yang mereka bicarakan tapi kenapa saat aku dekat dengan sehun justru aku merasa nyaman.

“ ayo bicarakan hal yang lain “ ucapku mengalihkan pembicaraan.

“ bagaimana pekerjaanmu ? “

“ oh aku rasa cukup baik, memang kenapa ? “

“ anniyo, hanya saja akhir-akhir ini kau bekerja lebih lama dari biasanya “ balas Ran sepertinya dia sedang khawatir padaku.

“ apa kau kesulitan biaya sekolah “ sahut yuri sambil memberiku semangkuk nasi

“ anni itu hanya. . . err. . . ya  “ jawabku sambil memaksakan sedikit senyum diwajahku. Aku tak ingin sahabatku ini khawatir denganku.

“ aneh. . . aku pikir uang sekolah disini tidak semahal itu “ ucap yuri dingin. Yaa. . . sahabatku yang satu ini memang memiliki sifat yang sangat dingin dan tidak terlalu memperdulikan masalah orang lain. Tapi tidak denganku, dia sangat memperhatikanku dan selalu membantuku jika aku mengalami masalah.

Andai saja eomma belum meninggal pasti aku tak akan merasakan bagaimana sulitnya mencari uang. Sebenarnya setelah eomma meninggal aku tinggal bersama harabeoji. Dia selalu baik padaku. Tapi dia sudah pensiun sekarang, dan hidup dari uang pensiunnya. Ah. . . aku tak ingin jadi bebannya. Jadi aku berjanji pada harabeoji untuk mencari kerja dan membayar uang sekolahku sendiri. Dan 4 bulan yang lalu rumah harabeoji direnovasi dan dia harus tinggal bersama dengan anak perempuannya di mokpo sampai renovasinya selesai. karena harabeoji ke mokpo terpaksa aku harus mencari tempat tinggal baru. Aku berbohong pada kakek bahwa aku akan tinggal di apartemennya Ran. sebenarnya aku tak tinggal di apartemen Ran atau yuri, aku tak ingin merepotkan mereka berdua. dan Aku juga tak ingin membuat harabeoji khawatir. Akhirnya akupun memutuskan tinggal sendiri, mendirikan tenda kecil ditepi hutan sebagai tempat tinggal sementara.

16.00 wib, pulang sekolah

Lee Sehun Pov.

“ yach. . . Park Han Na “ teriakku saat melihat Han Na berjalan sendirian.

“ oh. . . sehun-shii, wae ? “

“ kajja kita pulang bersama “ tanpa menunggu jawabannya aku pun segera menarik tangannya. Saat perjalanan pulang kami hanya terdiam satu sama lain.

Tak lama kemudian Han Na pun memberanikan dirinya untuk memulai pembicaraan “ senang bisa bertemu sepupumu pagi ini, dia sangat menyenangkan “

“ dan batu lukis jyunishi ( hewan shio ) yang dia buat sangat lucu “ sahutnya lagi sambil memperlihatkan senyum manisnya.

“ oh ya. . . tadi aku juga sempat mendengar kalau kamu berharap ada shio kucing “ tanya ku pada Han Na dan sepertinya dia sedikit terkejut dengan pertanyaanku ini.

“ itu adalah harapan konyolku sewaktu aku masih kecil “ jawabnya malu-malu.

“ kucing hanya hewan bodoh dan makhluk yang tak berguna “ gumamku dan mempercepat jalanku.

Dan sepertinya Han Na mendengar ucapanku barusan dan menghentikan langkah kakinya, begitu juga aku “ katakan padaku, Han Na-Shii. Seberapa paham kau soal sejarah jyunishi ? “ tanyaku dingin tanpa menoleh kearahnya.

“ aku hanya mengetahui ceritanya saja, karena sewaktu aku masih kecil eomma sering menceritakan kisah itu padaku “

“ apa kau tidak tau jyunishi awalnya hanya penanggalan biasa ? sistem matematis untuk menunjukkan aliran waktu. Dan kemudian orang mulai menggunakannya untuk astrologi dan ramalan “

“ oh jadi cerita tentang hewan-hewannya tidak benar “ kata Han Na yang berada dibelakangku

“ aku memang tak pernah mempercayai kisah jyunishi sejak awal. Tapi yang aku tau tak pernah ada dalam sejarah jyunishi bahwa terdapat shio kucing “

“ jadi kau lihat, kucing disingkirkan dari peradapan selama beberapa tahun “ ucapku lagi

Sekejam suasana pun menjadi hening “ sepertinya kau membenci kucing “ kata Han Na memecahkan keheningan.

Aku pun menoleh ke arah Han Na dan mendekatkan wajahku kewajah Han Na. Dia hanya terdiam menatapku “ aku lihat pagi tadi kau sedikit pucat, sebaiknya kau harus menjaga kesehatanmu “ ucapku sambil menatap Han Na lekat.

“ mungkin kita akan berpapasan lagi besok “ kataku sambil beranjak meninggalkannya yang termenung  ditepi jalan.

Author Pov.

“ Wow !!! dia benar-benar misterius “ ucap Han Na sambil menyentuh pipinya yang sedikit memerah.

“ ah. . . aku lupa, malam ini kan aku harus kerja paruh waktu di toko tuan cho “ Han Na pun bergegas lari menuju perusahaan tempat dia bekerja yang jaraknya lumayan dekat dari tempatnya berada sekarang.

22.00 wib

     “ yaa. . . apakah setiap malam kita harus mencari makan sejauh ini “ gerutu sehun saat mencari makan malam dengan sepupunya, siapa lagi kalau buka Chanyeol.

“ jadi kenapa kau tak belajar memasak saja “ balas Chanyeol yang berjalan tepat disamping sehun

Sehun pun menatap Chanyeol sinis “ buat apa aku belajar memasak jika tiap aku membuat makan malam kau selalu komplen “

“ kimchi dan kare itu bukanlah makan malam. Itu menjijikkan “ jawab Chanyeol santai

“ walaupun itu menjijikkan tapi kau tetap memakannya “ ucap sehun tak mau kalah

“ taukah kau sehun, kau cukup hebat melakukan sesuatu, tapi aku tak yakin kalau kita dapat melakukan pekerjaan rumah dengan baik. Apa lebih baik kita sewa pembantu saja ? “

Sehun menjitak kepala Chanyeol keras

“ appo!! “ teriak chanyeol kesakitan

“ apa kau gila, jika kita menyewa pembantu, bisa saja dia dapat mengetahui rahasia kita “

“ tunggu dulu “ kata sehun menghentikan langkahnya. Mata sehun tak sengaja melihat Han Na yang berjalan sempoyongan menuju tenda kecilnya. Wajar dia jalan sempoyongan, dia sangat lelah karena harus pulang larut malam karena dia harus bekerja di perusahaan tempat dia bekerja. Park Han Na bekerja paruh waktu disana sebagai Clening service.

“ bukankah dia Han Na ? “ tanya Chanyeol yang berada dibelakang sehun

“ ne, memang itu dia. Tapi apa yang dia lakukan malam-malam ditepi hutan “

Sementara didalam tenda Han Na tak menyadari bahwa ada dua orang namja yang telah mengawasinya “ annyeong eomma, aku pulang “ ucap Han Na lembut ke arah bingkai foto yang berisi foto eommanya.

“ aku tau ini sudah larut malam, tapi aku tak bisa tidur sekarang, karena aku memiliki tugas rumah yang harus aku kerjakan “ ucapnya sambil melihat lekat kearah foto eommanya.

“ namun sebelum aku mengerjakan tugas rumah, aku akan pergi kesungai untuk membersikan badanku dulu eomma “ sahutnya lagi

Han Na pun keluar dari tenda kecilnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat dua orang namja telah berdiri didepan matanya. Begitupun dengan kedua namja tersebut, merekapun kaget saat melihat Han Na keluar dari tenda kecil itu. seketika itu suasana pun beruba menjadi hening.

Dan tak lama kemudian “ hahahahahahaha !!! “ tawa Chanyeol pun meledak (jahat amat nih oppa :D )dan memecahkan keheningan malam itu. Han Na pun hanya menundukkan mukanya karena malu.

“ Chanyeol-ah, tidak kah kau pikir, kau terlalu berlebihan ? “ ucap sehun dingin. Karena tidak tega dengan Han Na akhirnya sehun pun mengajak Han Na kerumahnya. Diperjalanan hanya tawa yang keluar dari mulut Chanyeol, sedangkan Han Na dan sehun hanya diam membisu.

_____

Dirumah ruang tamu

Park Han Na Pov.

“ aish. . . jinja ini sangat memalukan “ aku hanya menundukkan kepalaku dari tadi. Ah. . . aku tak tau apa yang harus aku katakan. Sesekali aku masih mendengar sedikit tawa dari arah Chanyeol. “ yach. . . dasar namja babo, jika tidak ada sehun disini. Aku pasti sudah menghajarmu “ kesalku dalam hati sambil mengepalkan tanganku.

“ jadi kau tinggal sendirian ditenda ? “ tanya sehun mengawali pembicaraan.

“ ne “ jawabku masih menundukkan wajahku.

“ sudah berapa lama kau tinggal disana ? “

“ aku tak tau, mungkin sekitar satu minggu “ Chanyeol yang dari tadi membelakangiku dengan sehun hanya menahan tawanya.

“ kau tau kan kalau tanah disekitar sini adalah milik keluarga Lee jadi hanya kami yang dapat tinggal disini. Jadi rasanya aneh sekali saat memdengar kalau kau tinggal disekitar sini “

“ miahae, tapi kumohon izinkan aku tinggal disana lebih lama. Hanya beberapa minggu lagi, lalu aku akan pergi “ pintaku sambil memperlihatkan wajahku yang dari tadi hanya tertunduk.

“ aku memang tak punya banyak uang, tapi aku usahakan untuk membayar sewanya. Jadi tolong biarkan aku tetap tinggal ditendaku “ sahutku lagi

“ hutan itu tidak aman, ada hewan liar, tanah longsor dan orang gila yang sering berkeliaran “ ucap Chanyeol tiba-tiba.

“ bukan ide bagus untuk seorang yeoja sepertimu tinggal disana sendirian “ ucapnya lagi. Wah ternyata Chanyeol perhatian juga denganku.

“ jadi kau sudah selesai tertawanya ? “ tanya sehun sambil mentap Chanyeol aneh.

“ jangan khawatir, aku sudah terbiasa dengan semua itu “ teriakku sambil berdiri dan sontak membuat sehun dan Chanyeol pun kaget.

“ dan jika aku tidak dapat menghadapi mereka, aku bisa. . .“ belum sempat aku melanjutkan kata-kataku, tubuhku terasa lemas dan tubuhku mulai mengeluarkan keringat dingin

“ yaa Han Na-ah sepertinya kau demam “ kata sehun sambil memegang jidatku lembut.

Chanyeol pun berjalan kearah dapur “ es. . . akan ku ambilkan es “

“ auuuuuuuhhhhhhhhh huk. . .huk. . .“

Belum sempat membuka pintu dapur Chanyeol menghentikan langkahnya “ apa kalian mendengarnya ? “

“ bukankah itu hanya suara anjing hutan “ jawabku lemas

“ sepertinya ada tanah longsor didekat sini “

Ah benarkah yang dikatakan chanyeol, tapi bukakah tadi itu suara anjing hutan dan bukan suara tanah longsor “ jinja, tapi bagaimana kau bisa tau ? “

“ em. . . itu hanya insting “ ucapnya santai

“ apa tanah longsornya dekat ? “ tanya sehun yang mengambil kotak P3K didalam laci.

Chanyeol tersenyum manis “ dekat dengan ten-ah maksudku tidak sama sekali “

Karena firasatku tidak enak, akupun mengajak sehun dan chanyeol untuk melihat keadaan tenda kecilku.

Ditepi hutan

“ ah Han Na-shii, tendamu “ ucap sehun saat melihat tenda kecilku yang telah terkubur oleh lelongsoran tanah.

“ Eottoke. . . ini buruk!! Foto eommaku ada didalam sana. Aku harus segera mengeluarkannya “ kataku sambil berlari menuju longsoran tanah dan berusaha menggalinya untuk mencari foto eommaku. Aku hanya bisa panik, menangis dan tetap berusaha menggali tanah itu tanpa memperdulikan kondisiku yang sedang demam.

Sehunpun berlari menghampiriku “ tolong tenanglah, kau sedang demam “

“ tapi, foto eommaku. . . A-apa yang harus aku lakukan ? “

“ jika aku tak segera menyelamatkannya dia akan terluka “ ucapku sedikit gemetar dan sesekali butiran bening keluar dari kelopak mataku. Walaupun itu hanya foto eomma, tapi aku merasa jika aku melihat foto itu, eomma selalu ada didekatku.

Tiba-tiba Chanyeol pun menghampiriku dan memegang tanganku lembut “ jangan paksakan dirimu, ini sudah larut malam. Sebaiknya kita cari besok saja “

“ aku rasa eommamu sekarang sangat lega, karena saat terjadi longsor kau tak berada disini. Dan aku rasa dia akan sangat marah jika kau terluka. Ya kan ?? “ katanya lagi menenangkanku.

Karena sekarang aku sudah tak mempunyai tempat tinggal terpaksa aku harus tinggal dirumah keluarga Lee. malam itupun aku tertidur lelap, mungkin karena aku merasa sangat lelah dan sedikit demam. Saat tidur aku hanya ditemani oleh Chanyeol, sedangkan sehun harus pergi ketokoh membeli beberapa bongka es untuk mengompresku.

Aku adalah yeoja yang sangat menyedihkan. Tapi taukah kau hal yang sangat menyedihkan didunia ini adalah saat aku tidak sempat mengatakan ‘hati-hati dijalan’ di hari eommaku meninggal. Hampir setiap hari aku mengatakannya kecuali saat hari itu, karena aku punya test dan aku harus belajar sampai larut malam. Dan besok paginya saat eomma berangkat kerja, aku belum bangun. Aku tak bisa mengucapakan ‘ hati-hati dijalan ‘ dan saat itu dia tak pernah pulang. . .

Waktu itu aku sempat berfikir untuk berhenti sekolah dan bekerja saja. Namun aku teringat ucapan eomma dulu. saat eomma seumuranku dia tidak dapat melanjutkan sekolah karena tak punya biaya. Sehingga eomma berharap aku dapat melanjutkan sekolah dan melihatku memegang diploma ditanganku. Namun sebelum melihat itu semua, dia sudah pergi meninggalkanku. Jadi sekarang, aku harus menyelesaikan sekolah seperti yang eomma inginkan, apapun yang terjadi aku harus memegang diploma ditangaku. Aku harus melakukannya. Demi dia. . . .

Author Pov.

tak lama kemudian sehunpun tiba dirumah dan segera mengompres Han Na dengan es yang didapatnya. Sehun tak tau dia harus bahagia atau sedih saat dia menyadari bahwa Han Na akan tinggal dirumahnya. Dia bahagia karena dia akan memiliki seorang teman yang selalu ada disampingnya. Tapi disisi lain dia sedih karena takut kalau suatu saat Han Na akan mengetahui rahasia yang terjadi dengan keluarga Lee.

“ bisakah kau menjaganya ? aku ingin jalan-jalan sebentar “ ucap sehun kepada Chanyeol yang tepat berada disampingnya.

“ kau mau kemana ? apa kau ingin mencari foto eommanya ? “

“ apa kau mau aku ikut denganmu? Takkan mudah bagimu untuk mencarinya sendirian “ ucap Chanyeol menatap sehun intens.

“ kau benar, tapi tenang saja aku tak kan pergi sendirian “ ucap sehun santai dan tiba-tiba bola matanya berubah menjadi ungu tua dan mengeluarkan cahaya.

Chanyeol seolah mengerti apa yang dimaksud sehun hanya tersenyum “ hati-hati sehun ! “

Keesokkan paginya . . .

“ Han Na-shii. . . oy Han Na-shii “ ucap suara asing yang menggema dipikiran Han Na

“ kau demam lagi. Kau tak perlu memaksakan dirimu, kau tak harus mengikuti caraku. Kau hanya perlu jadi dirimu sendiri. Melakukan suatu hal dengan caramu. Aku yakin kau dapat mencapainya chagi-ah “ suara ini, seperti suara yang sangat dirindukan oleh Han Na. Suara eommanya yang telah menghampiri mimpinya.

Han Na yang merasa terusikpun perlahan membuka matanya “ eomma ? “ dan betapa terkejutnya dia saat mendapati foto orang yang dia sayangi telah berada didepan matanya.

“ eomma, kau disini ? “ katanya menatap foto eomma nya lekat.

Han Na pun mengambil bingkai foto yang ada didepannya ini “ tapi bagaimana. . .? “

“ pagi !! “ sapa seorang namja tampan yang mengagetkan Han Na

“ bagaimana keadaanmu pagi ini ? “ ucap namja yang tak lain dan tak bukan adalah sehun.

Han Na hanya tersenyum tipis “ um. . . aku rasa keadaanku sudah membaik “

“ ini ku bawakan barang-barangmu, aku rasa ini sudah semua. Tapi jika kau belum yakin kau bisa mengeceknya “ yaa. . . barang-barang itu adalah barang-barang Han Na yang ada di dalam tendanya. Semalaman sehun mencari barang-barang Han Na yang tertimbun oleh tanah.

“ sehun-ah, gomawo. Pasti kau mencari barang-barang ini semalaman “ ucap Han Na lembut.

“cheonma Han Na-shii “

“ tapi bagaimana kau bisa mencari barang-barang sebanyak ini hanya dalam waktu semalam ? “ tanya Han Na sedikit curiga.

“ BIMIL “ jawab sehun sambil menjulurkan sedikit lidahnya.

Han Na hanya menatap sehun heran “ oh. . . tapi lebih baik aku harus cepat-cepat membangun tendaku kembali agar aku dapat tinggal disana lagi “

“ mungkin ini terdengar sangat aneh, hidup bersama dengan dua namja asing. Tapi ada kamar kosong diatas. Kau bisa tinggal disini jika kau mau “ kata sehun sontak membuat Han Na terkejut.

“ anni. . . anniyo, tak mungkin aku tinggal disini “

“ kau tinggal disini bukan sebagai tamu, tapi kau akan ku jadikan pelayan disini “ ucap Chanyeol tiba-tiba.

“ tenang saja aku akan membayarmu “ sahutnya lagi sambil mendekatkan wajahnya kewajah Han Na.

“ pelayan ? “ kata Han Na gugup.

“ ne, kau adalah pembantu baru kami !! “ teriak Chanyeol sambil tertawa lebar. Yaa. . . namja ini memang namja yang sangat ceria, walau sedikit aneh :D

“ kami akan membawa barang-barangmu kelantai atas. Aku anggap kau sudah setuju dengan semua ini “ ucap Chanyeol seenak hatinya.

“ chakkaman. . . aku tak bisa menerima ini semua karena aku telah menyebabkan kalian terjebak dalam semua masalahku “

“ kau berlebihan Han Na-shii, kami melakukan ini semua karena kami ingin “ jawab sehun sambil memperlihatkan senyumannya pada Han Na.

“ selain itu dimana lagi kau akan tinggal ? “ sahutnya lagi

“ oh. . . kalau begitu aku akan bekerja disini, tapi hanya karena kamar dan tempat tinggal saja! Aku tak ingin uang dan aku ingin tau semua peraturan dirumah ini “

“ tenanglah Han Na-shii, kau bisa melakukan sesuka hatimu disini “ ucap sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari yeoja dihadapannya ini.

“ satu-satunya yang harus kau lakukan yaitu kau harus menjaga dirimu sebaik mungkin “ sahut sehun yang berhasil membuat hati yeoja dihadapannya ini berdebar tak beraturan

Akhirnya sehun pun meninggalkan Han Na yang diam mematung sambil memegang erat bingkai foto yang berisi foto eommanya.

_____

“ aku tak tau, apakah ini ide yang bagus untuk membiarkan seorang yeoja tinggal dirumah kita “ kata Chanyeol saat berjalan berdua dengan sehun.

Sehun seperti biasanya hanya bersikap santai dan dingin “ apa kau khawatir ? kalau aku sih tidak. Tenanglah Kita akan baik-baik saja, selama dia tidak mencoba memeluk kita “

Mereka tak menyadari bahwa dari balik pepohonan ada seseorang yang tengah mengawasi dan tak sengaja mendengar percakapan mereka.

Park Han Na Pov.

 

Didalam kamar Han Na. . .

     Aku harap aku tak salah dalam mengambil keputusan ini. memang sedikit aneh sih, seorang yeoja harus tinggal di rumah yang hanya dihuni oleh dua namja dan rumah ini pun jauh dari keramaian.

“ dan sekarang aku tak percaya bahwa aku memakai kemeja seorang pangeran sekolah “ gumamku dalam hati. Jika SeClu mengetahui ini mereka pasti akan membunuhku.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan muncul lah sesosok namja tampan yang dingin, siapa lagi kalau bukan Lee Sehun, Idola para yeoja “ mianhae kalau kamar ini sangat kotor, wajar karena kamar ini sudah lama tidak ada yang menempati “

“ kriek . . . kriek. . . “

“ eh suara apa itu, sepertinya asalnya dari atap kamar ini “ gumamku sambil melihat kelangit-langit kamar

“ aku akan membuka jendelanya, biar udara segar dari luar dapat masuk kesini “ ah. . . apa sehun tak dengar suara tadi.

Tak lama setelah suara itu muncul tiba-tiba langit-langit kamarku pun runtuh dan tampak seorang namja berambut pirang yang muncul setelah langit-langit itu runtuh. Ah. . . mungkin namja ini penyebab atap kamarku bisa runtuh. tapi dia siapa ? kenapa aku tak pernah melihatnya.

Namja asing ini pun melihat tajam kearah sehun “ yo ! “

“ waktunya membalikkan keadaan bocah tikus, kali ini aku akan mengalahkanmu “ sahut namja asing yang tepat berada didepanku ini.

“ apa kau bercanda ? aku kira kau membawa teman untuk membantumu “ jawab sehun dingin

“ hahaha. . . bicaralah sebisamu, selagi kau bisa “

“ karena aku akan menghapus senyum sombong itu dari wajahmu “ katanya lagi

Namja asing itu pun berlari kearah sehun seolah akan memukulnya. Aku yang berada tepat dibelakang nyapun berusaha mencegahnya. Namun karena aku tak melihat bahwa didepanku ada potongan kayu, aku pun tersandung dan tidak sengaja memeluk namja asing yang ada dihadapanku ini.

Akupun hanya menutup kedua mataku. Dan aku tak tau bahwa sehun dan namja asing ini panik melihatku saat memeluk dirinya. Kepulan asap pun muncul dan aku jatuh kelantai.

Chanyeol yang mendengar keributanpun menghampiri kami dan menetapku yang sedang tersungkur dilantai dengan tatapan horor “ Han Na-shii, suara ribut-ribut apa yang barusan aku dengar ? “

Akupun refleks berdiri “ mianhae !!! apa kau tak apa  A- ? “ suaraku pun terhenti saat melihat namja yang tadi aku peluk sudah berubah menjadi kucing.

“ ah ! aku mengubahnya jadi kucing, mianhae jeongmal mianhae “ teriakku pada kucing berwarna orange yang aku pegang.

Akupun mengguncang-guncangkan tubuh kucing ini “ ah. . . aku tak tau apa yang terjadi “

“ yach. . . tenang saja kami akan segera menolongmu. Palli, kita harus segera membawanya kedokter “ teriakku panik. Sehun dan Chanyeol hanya menatapku aneh. Dan tiba-tiba sepotong kayu dari langit-langit jatuh tepat diatas kepalaku.

“ appo “ ucapku lemas dan kepalaku terasa sangat pusing dan saat aku hampir jatuh sehun dan chanyeol pun menangkapku dan hal yang tak pernah ku bayangkanpun terjadi. mereka berubah menjadi hewan tepat didepan mataku. Sehun berubah menjadi seekor tikus, sedangkan Chanyeol berubah menjadi seekor anjing.     Ketiga hewan tersebut menatapku horor. Aku hanya terdiam dan sesekali mengedipkan mataku pelan.

“ eomma. . . aku rasa ini semua hanya mimpi. Kenapa semuanya berubah jadi hewan ? “

Siapakah namja asing tersebut ?

Apa yang akan dilakukan oleh Han Na saat mengetahui mereka berubah menjadi hewan ?

To be continued. . . 

Ah gimana readers ceritanya ??? garing kah ? ><  aku g.g mau ngelanjutin kalau yang respon Cuma dikit ( loh kok maksa thor :D ) bagi para readers ditunggu yach kritik dan sarannya. J

    

2 thoughts on “Don’t Hug Me : Andwe! the prince school is jyunishi |Chapter 1|

  1. lucu unn, ga bakal nyangka kalo mereka bisa berubah jadi hewan shio gitu. btw suho jadi apa unn ntar ? #kepo
    haha
    cuman saran aja sih, ff nya terlalu mirip sama filmnya, alangkah baiknya kalo ff nya diremix ulang meskipun ide dasarnya sama, brhubung aku pernah liat filmnya sih, hehe

    cara penyampaiannya udah bagus, cuma alurnya agak kecepeten aja menurutku

    but of course it is a good story, i want to replace myself with hana, haha, i wang to be close with exo member >.<

    mian kepanjangan ya unn ^^
    hwaiting !!

    • ah. . . emang unni mu ini g.g bakat banget buat FF saeng🙂
      karena g.g ada inspirasi, jadi unni samain aja kayak di animenya😀
      maksih ne udah sempetin coment
      oh ya. . . kelanjutan EXO story-nya kapan ? udah g.g sabar nih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s