White Winter : The day you went away |Chapter 1|

Untitled-2

© Title         :   White Winter : The day you went away |Chapter 1|

© Author    :  GaemVye (@GaemVye)

© Lenght     :  series

© Genre      :  Friendship, Romance, sad (?)

© Casts                  :

  • Choi Hye Min (OC)
  • Do Kyung Soo (D.O.)
  • Member EXO-K

© Note          :

nih FF hasil author buat untuk ngisi waktu luwang saat liburan panjang Kemarin. Abisnya author dirumah aja g.g kemana-mana, dari pada bosen g.g ngapa-ngapain J ( curhat dikit gpp kan ? ). Dari pada banyak ngomong, lebih baik langsung baca nih FF ya, mian kalau FF nya garing abis dan Typo bertaburan dimana-mana.

Happy Reading . . .

Choi Hye Min Pov.

Musim gugur sepertinya akan mulai menghilang dari kota besar ini. berganti dengan musim dingin yang penuh dengan kerlap kerlip lampu yang terpajang rapi di pohon yang berderet ditepi jalanan kota Gyeonggi. yap. . . kota Gyeonggi merupakan kota tempatku sekarang berada. Kota yang selamanya akan menjadi saksi bisu dari petualangan yang aku alami.

Kisah bisu ku dengan Namja kecil saat turunnya salju pertama. Namja kecil yang sekarang menjadi sahabat sekaligus orang yang paling berharga dalam hidupku. Aneh bukan bagi seorang yeoja kecil sepertiku ini sudah merasakan perasaan yang dialami oleh setiap orang dewasa. Perasaan apalagi kalau bukan perasaan yang sering kita sebut dengan Cinta.

Memang yeoja kecil sepertiku belum pantas untuk mengerti tentang perasaan ini. namun aku percaya bahwa aku dapat memahami perasaan ini melebihi orang dewasa sekalipun. Aku yakin dapat menjaga perasaan ini walaupun takdir memisahkan kami berdua.karena dia adalah salju pertamaku. . .

 

_ Gyeonggi, South korea, 20 Desember 2004_

Sepertinya kita harus mengucapkan ‘ GoodBye ‘ untuk musim yang bisa dibilang mengeluarkan aura coklat keemasan ini. apalagi kalau bukan musim gugur. Akhirnya sekian lama aku menunggu, musim yang paling aku sukai datang juga. Musim yang selalu menurunkan butiran-butiran cahaya putih yang terasa dingin jika tersentuh oleh kulit kita. Musim yang membuat semua orang larut dalam kebersamaan. Musim yang merupakan awal dari kisahku. . .

“ ah. . . salju pertama, aku harap aku dapat menangkapnya “

“ memang jika kau menangkapnya keinginanmu akan terkabul ? kau terlalu percaya dengan hal seperti itu “ cletuk Namja kecil yang sepertinya sibuk dengan MP3-nya.

Tanpa memperdulikan namja kecil yang duduk disalah satu kursi taman, aku tetap berusaha untuk menangkap butiran putih pertama yang jatuh ke bumi ini. pandanganku terfokus kearah salju yang bergerak lurus kearah bumi. Sepertinya bumi juga ingin menangkapnya. Salju putih itu turun dijalur yang tepat, anginpun sepertinya takut untuk menghempaskan salju itu keluar dari jalur lurusnya ini. aku yakin aku dapat menangkapnya.

“ sedikit lagi “  akupun menjinjitkan sedikit kakiku ini. mencobah meraih salju yang bisa dibilang jaraknya tinggal sejari saja denganku. Namun perkiraanku salah. Angin yang aku kira takut untuk menghempaskan salju kecil ini, ternyata datang tiba-tiba dan membuat sang salju berganti jalur. Mataku-pun mengikuti gerak-gerik salju kecil yang tak beraturan. Tak lama kemudian salju kecil itupun kembali tenang dan sepertinya menemukan jalur pendaratan yang baru. Tak kusadari salju kecil itu ternyata mengarah ke arah Do kyung soo. Seseorang yang sering aku sebut ‘ Namja kecil ‘ atau yang paling sering ku panggil dengan sebutan ‘ Dio ‘.

Aish. . . namja babo itu sepertinya tak menyadari kalau salju itu telah mengarah kearahnya. Dia hanya sibuk mengotak atik MP3 berwarna gelap yang berada ditangan kanannya. Mustahil untukku berlari kesana dan menangkap salju kecil tersebut. Aku pun berusaha mengumpulkan sedikit tenaga dan berusaha berteriak sekeras mungkin agar dia mendengarku. Cukup sulit berteriak dengan suara seperti biasanya, karena sepertinya dia sedang menikmati beberapa lagu yang keluar dari headset yang terpasang rapi dikedua telinganya.

“ DIO, LIHATLAH KE ATAS!!! “ teriakku sekuat tenaga, aku berharap dia dapat mendengarnya. Kali ini sepertinya keberuntungan berpihak padaku. Dio mendengar teriakkanku dan mengarahkan wajahnya keatas langit dan sedang berusaha mencari benda kecil yang mungkin terlihat samar-samar itu. dari kejauhan nampak tangan mulusnya terangkat keatas dan mencoba menangkap-nangkap sesuatu. ‘ apa dia berhasil menangkapnya ? ‘ hanya kalimat itu yang menganggu pikiranku.

Tak lama kemudian butiran kecil itu sepertinya berhasil ia tangkap. Wajah putih Dio yang dari tadi terfokus kelangitpun melihatku dan tersentum kecil kearahku. Ah. . . mungkin ini tandanya. Dia benar-benar berhasil menangkapnya. Aku pun segera menghampirinya dan dia menyambutku dengan membuka tangannya yang dari tadi tergenggam. Senyuman lebarpun terlukis diwajahku. Ah. . . akhirnya salju pertama tertangkap juga.

“ nah. . . ini salju pertama yang kau inginkan tadi “

Aku mengelengkan kepalaku cepat.menolak benda kecil yang memiliki sedikit magic itu “ aku tak dapat menerimanya Dio-ah, kau yang menangkapnya jadi kau yang memilikinya “

Kedua alisnya terangkat dan menatapku heran. Seperti tatapan bukankah-kau-yang-menginginkannya. Aku hanya tersenyum melihat raut muka sahabat kecilku yang kebingungan ini.

“ jika kau tak menginginkannya aku akan membuangnya “

“ yach. . . jangan dibuang, sedikitlah percaya pada keajaiban yang ada didalam salju pertama ini “

“ cepat buat permintaan sebelum dia meleleh “

Dio yang sepertinya tak sanggup dengan paksaanku inipun mulai mengenggap kembali salju pertama yang dia tangkap tadi. matanya mulai terpejam dan dia mulai memohon sesuatu. Jika dilihat dari statusku yang sebagai sahabatnya sejak kecil, dia tak akan menolak permintaanku ini. Matanya yang sedikit sayupun terbuka dan menatapku yang sangat antusias ingin mengetahui permohonan apa yang ia inginkan.

“ Dio-ah, kau memohon apa ? “

“ Bi-mil “ dia-pun berlari menjauhiku dan sedikit menjulurkan lidahnya. Aish. . . sungguh menyebalkan, kalau bukan karena angin tadi yang menghempaskan salju pertama, mungkin aku yang akan menangkapnya. Walaupun begitu aku akan menyesal jika salju itu turun begitu saja ke atas bumi tanpa ada yang menangkapnya. Harapan yang berharga itu akan terbuang sia-sia.

Dio memang kadang-kadang sangat menyebalkan, namun dialah satu-satunya sahabat dekatku. Sahabat yang selalu ada saat aku butuhkan. Sahabat yang mampu memahami ku dan mengerti perasaanku. Aku takut jika suatu saat takdir memisahkan kami berdua. aku takut jika tak ada lagi orang yang berjalan disampingku, selalu mendukungku, dan selalu mendekapku saat aku terjatuh. Aku harap kita tak akan berpisah Dio. . .

“ Do Kyung Soo !!! “

Namja kecil yang tengah berhenti didepan sana saat namanya dipanggilpun langsung menolehkan wajah putihnya yang tampak senada dengan salju-salju yang mulai turun. Dengan mantel yang cukup tebal membalut tubuh kurusnya. Syal berwarna gelap yang melingkar dilehernyapun menambah kesan kesempurnaan pada dirinya. Tak lupa beanie yang terpasang rapi dirambut hitamnya.

“ Wae ? “

“ berjanjilah kita akan selalu bersama, kau tak boleh meninggalkanku “

Senyuman terukir jelas diwajahnya. Namun dipenglihatanku sedikit samar-samar karena jarak kita yang cukup jauh. Dia melambai-lambaikan tangannya pelan kearahku. Lambaian tangan yang sepertinya memanggilku untuk mendekat kearahnya. Kaki dan pikiranku pun seakan terhipnotis olehnya. Kakiku mulai berjalan mendekatinya. Sekarang jarak kitapun sangatlah dekat. Dio mengusap puncak rambutku lembut dan dilanjutkannya dengan membisikkan seseatu ke telinga-ku lemah

“ aku janji Choi Hye Min “

_ Gyeonggi, South korea, 1 Desember 2005_

            “ aku mengingkarinya !!! “ itulah kalimat yang terus terngiang ditelingaku. Kalimat yang sebenarnya ingin ku hapus jauh-jauh dari pikiranku, atau bahkan aku tak berharap kalimat ini muncul. Namun mulai desember tahun ini, sepertinya kalimat itu akan terus mengikutiku. Ah. . . aku telah mengingkarinya, mengingkari janji yang dulu ku buat untuk kami berdua. aku dan namja kecil yang sering ku panggil Dio.

Kenapa disaat musim dingin akan datang, justru berita ini yang kudengar. Berita yang membuat nafas ku sedikit tersentak. Kami sekeluarga akan pindah ke Cina karena appa yang ditugas pindahkan oleh perusahaannya. Aku dapat menerima jika kita hanya pindah 1 atau 2 tahun saja, tapi bayangkan kami akan tinggal disana 7 tahun. waktu yang lama bukan ?

Aku harus meninggalkan sahabat yang sangat kusayangi. Yang mungkin suatu saat bisa melupakanku. Aku tak ingin semua ini terjadi. Namun aku tak dapat menolaknya.aku terlalu kecil untuk membantah apa yang appa putuskan. Ah. . . sepertinya tahun ini salju pertama akan jatuh ke bumi begitu saja, tanpa ada orang yang selalu berusaha menangkapnya.

“ aku harus segera bertemu Dio “

aku keluar dari rumahku yang berinterior klasik ini. aku mulai melangkahkan kakiku menusuri jalanan Gyeonggi  yang penuh dengan tumpukkan daun-daun yang sudah mengering. Sesekali terdengar suara saat kakiku tak sengaja menginjak daun yang berwarna coklat ini. tak perlu waktu lama untuk sampai dirumah Dio. Bisa dibilang rumahku dan rumah Dio hanya terpisah oleh beberapa rumah saja.

“ Ting. . . Tong. . . “

“ Ting. . . Tong. . .Ting. . .Tong. . . “

Kutekan bel rumahnya berkali-kali namun tak ada jawaban atau seseorang yang keluar dari rumah yang cukup besar ini. Dio kau dimana ? disaat seperti ini kenapa kau tak ada, aku sedang membutuhkanmu. Angin musim gugur yang sesekali berhembus pun menerpah tubuh kecilku ini. satu jam berlalu namun keadaan disini masih sama, tak ada seorangpun yang membuka pintu rumah yang bergaya eropa ini.

Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari balik pintu gerbang rumah sahabat kecilku ini. seorang wanita parubaya berbalut Dress putih selutut dan tas kecil yang tergantung rapi dibahunya. Langkah kakinya pun terhenti saat melihat tubuh mungilku yang terduduk diteras rumah Dio. dia melihatku lekat dan tersenyum kearahku. Wajahnya tak asing bagiku, wanita parubaya yang sering aku panggil Kim ahjumma ini pun mendekat kearahku. beliau adalah tetangga ku yang sudah aku anggap sebagai eomma-ku sendiri.

Yaa. . . eomma ku telah meninggal 2 tahun yang lalu. Cukup menyakitkan jika mengingat kejadian itu. bagaimana tidak, eomma-ku meninggal didepan mataku sendiri. waktu itu adalah pertengahan musim panas. Aku dan eomma sedang sibuk berbelanja untuk bekal liburan kepantai. Tiba-tiba seorang perampok berjalan cepat kearah kami dan berniat mengambil tas eomma. Eomma yang menyadari itu pun berontak dan tanpa disadari perampok tersebut dengan sigapnya menusukkan sebuah pisau kecil tepat diperut eomma. Setelah melakukan aksinya, perampok itupun berlari cepat meninggalkan eomma yang tergeletak berlumuran darah tanpa rasa bersalah.

Aku yang melihat keadaan eomma hanya menangis sambil terus memegang perut eomma yang tak henti-hentinya mengeluarkan banyak darah. Tak lama kemudian eomma pun dilarikan ke R.S. terdekat namun sayang, nyawa beliau sudah tak dapat diselamatkan.

“ apa yang kau lakukan disini, Hye Min-ah ? “

“ aku ingin bertemu Dio ahjumma, ada yang ingin aku bicarakan dengannya “

“ wah sayang sekali, kyung soo tidak ada dirumah. Tadi ahjumma bertemu dengan eomma kyung soo. Mereka sedang berlibur ke mokpo untuk sementara waktu “

“ mwo ? ke mokpo ? “ apa-apaan Dio ini, tak bicara denganku kalau dia akan pergi ke-mokpo. Namun semuanya sudah terlambat, Dio sudah pergi ke mokpo. Dan waktuku untuk bertemu dengannya hanya hari ini saja. anggap saja semua impas. Dia pergi tanpa sepatah katapun, begitu juga aku. Walaupun begitu hatiku tak sanggup jika pergi sejauh ini tanpa sepatah katapun untuk sahabat kecilku itu.

Akupun mengambil kalung berbandul hati yang melingkar indah dileherku. Menatapnya lekat, dan memberikannya ke wanita parubaya didepanku ini.

“ ahjumma !! nanti kalau Dio sudah kembali, tolong berikan ini padanya “

“ wah. . . sebuah kalung yang indah. Kenapa tak kau berikan sendiri saja ? “

Aku sudah tak sanggup lagi menahan butiran bening yang sedari tadi mendesak ingin keluar ini. aku hanya menundukkan kepalaku. Aku tak ingin Kim ahjumma melihatku seperti ini. akupun mengusap perlahan airmata yang mengembang disudut mataku. Akupun kembali menatap ahjumma dan memaksakan sedikit senyuman kearahnya. Wanita parubaya ini menatapku miris. Terlihat jelas dari sorot matanya kalau dia mengetahui bahwa aku baru saja menangis.

“ aku tak bisa ahjumma, nanti malam mungkin aku sudah berada di Cina “

Itulah kata terakhirku dikota Gyeonggi. selanjutnya aku akan menjalani 7 tahun kehidupanku di Cina. Ah. . . waktu yang sangat lama, aku berharap ini semua segera berakhir. Dan aku segera kembali ke kota kelahiranku ini.

 

Do Kyung Soo Pov.

            Aish. . . apa-apaan dia, pergi ke Cina tanpa menungguku kembali dari mokpo. Hanya sebuah kalung yang kuterima sebagai ucapan selamat tinggal. Aku memang sedikit kecewa dengan semua ini. namun aku tak dapat menyalahkannya, toh dia hanya yeoja kecil yang tak mungkin membantah keputusan appa-nya. Aku juga yang salah, kenapa saat dia pergi ke Cina aku malah bersenang-senang di mokpo.

Mungkin musim dingin tahun ini dan 7 tahun kedepan akan menjadi musim dingin yang hampa. Tak ada lagi teriakan yeoja kecil yang selalu berusaha untuk menangkap salju pertama.

“ aish. . . dia membohongiku “

Aku kan sudah bilang, kalau salju pertama itu memang tak punya magic sama sekali. Apa kalian ingin tau, apa permohonan ku dulu saat berhasil menangkap salju pertama ? aku berharap aku tak akan berpisah dengan sahabat kecilku itu. aku ingin selalu bersama dengan Hye Min. Tapi ternyata, permohonan itu lenyap begitu saja saat aku mendengar bahwa Keluarga Choi pergi ke Cina dan menetap disana untuk beberapa tahun. hatiku terasa koyak saat itu. aku tak dapat menerima semua ini. dia bahkan tak mengabariku sesampainya di Cina.

Aku ingin mengiriminya sepujuk surat atau hanya sekedar menelfonnya untuk melepas semua kerinduan yang telah memuncak dihatiku. Namun apadaya, alamat rumahnya di Cina aku tak punya, bahkan nomer telfonnya saja aku tak tau. Aish. . . ini semua membuatku frustasi. Jangan salahkan aku jika suatu saat nanti aku akan melupakanmu Choi Hye Min.

5 years later. . .

Tak terasa 5 tahun terasa begitu cepat bagiku. Aku sekarang sudah menjadi seorang Namja yang tampan, memiliki suara emas, jago ngerap, dan tak ketinggalan aku juga dapat melakukan Beatbox . Hahaha. . . apa aku terlalu memuji diriku berlebihan ? namun karena bakatku inilah, aku sering mengikuti event-event dalam dunia tarik suara. Terkadang aku juga berhasil menggondol juara kedua atau bahkan juara pertama sekalipun.

hari ini aku mengikuti salah satu kompetisi menyanyi di Gyeonggi. Tak disangkah ternyata aku menang dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan peserta itu. para juri takjup dengan suara emas yang kumiliki. Sepulang dari event ini ada seseorang yang sepertinya dari tadi mengawasi gerak gerik ku. Tak beberapa lama, seseorang itupun mendekat kearahku dan menawariku untuk ikut SM Casting System. Bukankah ini kesempatan yang tak boleh dilewatkan ? merupakan kebanggaan jika aku berhasil lolos dari audisi itu. SM entertaiment merupakan perusahaan bakat utama, produser, dan penerbit musik pop dikorea, dan merupakan perusahaan musik terbesar disana.

Dengan bakatku yang tak diragukan lagi, aku yakin dapat lolos dari audisi dan akhirnya aku dapat debut sebagai seorang penyanyi terkenal.Aku pun mengikuti audisi tersebut. Sepertinya mereka tertarik dengan suaraku, aku berharap aku dapat lolos dalam audisi ini.

Dua hari pun berlalu, hari ini merupakan pengumuman SM Casting System. Aku hanya menatap intens ke layar datar yang bersinar didepanku ini. yap. . . pengumumannya melalui situs resmi SM Entertaiment. Tak lama menunggu pengumuman pun muncul. Aku mulai membaca Nama per nama, berharap salah satu dari sekian nama tersebut merupakan namaku. Tiba-tiba mataku terhenti disalah satu nama. Ku coba membaca nama tersebut berkali-kali, untuk memastikan bahwa itu bukanlah halusinasi.

“ Do Kyung Soo “

Yah. . . aku lolos SM Casting System dan aku harus segera melakukan Trainee di SM entertaiment. Ah. . . hidup ini sungguh sempurna. Aku larut dalam kebahagian namun semua itu tak bertahan lama. Aku teringat sosok yeoja kecil yang selalu melintas dipikiranku. Bagai roll film yang diputar berkali-kali. Kenangan itu tak pernah hilang sedikit pun. Namun entah mengapa sedikit demi sedikit sosok yeoja kecil yang sering ku panggil ‘ Choi Hye Min ‘ itu mulai memudar. Semua tentang dirinya telah lenyap secara perlahan. Hanya tinggal sebuah kalung pemberiannya yang masih melingkar rapi di leherku.

“ apa kau masih mengingatku Hye Min-ah ? “

Pertanyaan konyol yang selalu melintas dibenakku. Mana mungkin Hye Min mengingat ku. Secara selama ini kami tak pernah berhubungan satu sama lain. Tapi aku yakin seorang Hye Min tak akan melupakan sahabat kecilnya ini. aku harus percaya itu. mungkin beberapa tahun lagi Hye Min akan kembali ke Gyeonggi. hari ini merupakan 5 tahun sejak Hye Min meninggalkan kota kelahirannya ini. apakah nanti saat dia kembali dari Cina, kami akan bertemu ?

Cukup mudah bagi Hye Min untuk mencariku jika aku sudah debut sebagai seorang penyanyi. Semua orang pasti mengenal ‘Do Kyung Soo’ Namun jika belum dia akan kesulitan untuk mencariku. karena di tahun 2010 ini, merupakan tahun terakhir aku menginjakkan kaki dikota kecil ini. aku dan keluarga ku akan segera pindah kekota yang terkenal dengan Namsan Towernya itu. kota yang penuh gemerlap lampu malam dan dunia mode yang menyilaukan setiap mata. Kota yang merupakan awal dari perjalananku untuk menuju impianku “ SEOUL, aku akan mengenggammu ditanganku “

_Seoul, 5 September 2011_

Satu setengah tahun terakhir aku sibuk menjalani Trainee di SM Entertaiment. Ah. . . semua itu sangat melelahkan. Tak jarang aku menangis karena tekanan dan pembinaan yang sangatlah berat. Walaupun begitu, akhirnya aku mengerti bagaimana perjuangan seorang penyanyi untuk mencapai sebuah kesuksesan. Semua itu tak semudah membalikkan telapak tangan kita, itu semua membutuhkan sebuah proses yang sangat panjang.

Hari ini sepulang sekolah aku harus menuju tempat Trainee. Bukankah ini sangat berat. Setelah menjalani sekolah yang begitu menguras otak, aku harus menjalani Trainee yang menguras banyak tenaga ini. namun karena kecintaanku terhadap musik, aku rela melakukan apapun demi nya. Bahkan sebelum aku Trainee, aku sempat mengikuti les musik yang cukup terkenal di Gyeonggi.

Tak sampai 15 menit berjalan akupun sampai ditempat Trainee. Memang tak butuh waktu lama untuk sampai disini karena jarak tempat Trainee dan sekolahku yang bisa dibilang cukup dekat. Setelah berganti pakaian akupun masuk kedalam ruangan tempat biasanya aku dan teman-teman Trainee-ku untuk berlatih Dance. Yap. . . jadwal kami hari ini adalah Dance.

Sudah terlihat beberapa orang memenuhi ruangan ini. suara decitan sepatu pun menggema diseluruh ruangan. aku pun berlari kesudut ruangan dimana teman-teman dekatku berada. Teman-teman dekat yang akan segera debut bersamaku. Kebanyakan mereka Trainee lebih lama dariku.

“ yach. . . Kyung Soo-ah, kau terlambat “ Teriak Namja berpostur Tinggi sambil menyilangkan kedua tangan didadanya.

“ ah. . . Mian Chanyeol-ah, tadi aku ada jam tambahan jadi sedikit terlambat “

“ oh. . . Gwenchana, Kajja kita makan siang dulu “ aku pun segera duduk dilantai yang bercorak kayu khas korea ini. melahap beberapa makanan yang berjajar rapi dan sepertinya meminta-minta untuk dimakan. Mataku pun mengarah kearah Namja yang masih sibuk menari-nari didepan kaca yang memantulkan bayangan dirinya. Satu-satunya namja disini yang memiliki kulit berwarna eksotik. Kulitnya yang berwarna gelap itu membuatnya terlihat sexy dan imut. Tak heran dia menjadi pujaan dan idaman setiap yeoja.

“ Kai, makanlah dulu, sebelum Mr. Lee datang “ namja yang mendengar namanya dipanggil itupun menghentikan gerakan tubuhnya. Tanpa berkata apapun Kai pun berlari menghampiri kami yang tengah asyik menikmati beberapa makanan yang dibawah oleh Sehun. Saat aku akan memasukkan beberapa ddukbokkie ke mulutku, Kai dengan cepat menyambarnya sebelum makanan itu mendarat dimulutku.

“ yach. . . Kai, kau ini “ aku hanya menghela nafas panjang sedangkan Kai hanya sibuk tertawa sambil mengunyah ddukbokkie yang dia rebut tadi. tiba-tiba tawa keras namja disampingku ini berhenti tiba-tiba. Dia menatap kearahku penuh selidik. Apa aku melakukan hal yang salah ? dia terus menatapku sambil mendekatkan wajahnya kewajahku.Tiba-tiba tangannya bergerak cepat dan menyetuh benda berharga yang tengah melingkar dileherku. Omo. . . aku lupa melepasnya.

“ wuah. . . Kalung dari siapa ini ? dari pacarmu yach ? “ ucapnya sambil menyipitkan kedua matanya. Mendengar Kai berbicara seperti itu, berhasil membuat Chanyeol, Suho, Sehun dan Baekhyun-pun menoleh cepat kearahku.

“ hahaha. . . ternyata Kyung Soo punya pacar juga “

“ apa dia cantik ? “

“ dia SMA mana ? apa satu sekolah denganmu ? “

Pertanyaan-pertanyaan konyol yang melontar dari mulut mereka membuatku tak berkutik. Aku memang tak pernah memakai kalung ini jika pergi ketempat Trainee. Aku tak ingin benda berharga ini hilang.

“ apa kalian bercanda, pacar saja aku tak punya “ jawabku santai sambil melihat teman-teman yang sepertinya kecewa dengan jawabanku ini .

“ jadi itu dari siapa ? “

“ Mm. . . kalung ini merupakan benda terakhir yang sahabatku berikan padaku sebelum  Dia pindah ke Cina “ jawabku sambil melihat lekat ke benda kecil berbentuk hati ini. aku ingin bisa mengingat wajah sahabat kecilku itu. namun kenapa semua terasa menghilang. Bayangan wajah kecilnya yang dulu terlihat jelas dibenakku sekarang mulai memudar dan tak dapat dikenali. Apa aku mulai melupakannya ?

Kai yang dari tadi memegang kalung ini pun merasa ada sesuatu yang ganjil dari kalung tersebut “ Kyung Soo-ah, sepertinya liontin berbentuk hati ini dapat dibuka “

“ maksudnya ? “ aku yang tak mengerti apa yang diucapkan Kai mencoba kembali mencerna kata-kata yang barusan terlontar dari mulutnya.

“ maksudku dapat dibuka seperti ini “ Ucap kai sambil membuka Liontin berbentuk hati yang menggantung indah dileherku. Semua mata diruangan ini pun membulat sempurna saat mendapati secarik kertas terlipat sedemikian kecilnya yang keluar saat liontin tersebut terbuka.

“ mwoya ? “ ucap Baekhyun sambil memutar-mutar kertas kecil yang terjatuh tadi.

Aku dengan cepat menarik secarik kertas kecil tersebut dari Baekhyun dan mulai membuka lipatan demi lipatan. Aish. . . apa-apaan aku ini tak pernah menyari kalau liontin hati ini dapat dibuka. Mataku terbelalak saat melihat kata-kata yang tergores dikertas kecil tersebut

Namsan Tower, aku ingin menangkap salju pertama disana ^^_Choi Hye Min

Apa maksud Hye Min menulis hal konyol seperti ini ? selalu saja salju pertama yang menjadi pembicaraannya. Apa dia tak pernah menyadari bahwa menangkap salju pertama hanya membuang waktu saja. toh salju pertama itu tak ada istimewanya sama sekali. Magic ? itu hanya tipuan orang dewasa untuk membuat anak kecil berebut menangkap salju pertama.Sia-sia saja dia menulis hal semacam ini. bukankah lebih baik kalau dia menulis alamat atau nomer telfonnya di Cina Agar aku dapat menghubunginya.

            “ ah. . . salju pertama yach “ ucap Kai yang tepat berada disampingku

Chanyeol yang dari tadi melahap makanannya pun berhenti dan menatap kami berlima sambil menunjuk-nunjukkan sumpitnya kearah Kai “ bukankah jika kita berhasil menangkap salju pertama, permohonan kita akan terkabul “

“ begitulah, dulu sewaktu aku kecil, aku juga sering menangkapnya “ sekarang giliran Sehun yang angkat bicara. Ayolah. . . apakah kita harus membuat salju pertama yang menyebalkan itu sebagi topik pembicaraan kita.

Aku pun menatap Sehun intens “ apa permohonanmu terkabul ? “

“ awalnya sih aku tak mempercayai hal itu, kalian taukan, aku bukanlah tipikal orang yang dapat dibohongi begitu saja “

“ lalu “ jawabku datar. Aku memang tak begitu tertarik jika harus membahas apapun yang berhubungan dengan salju pertama.

“ permohonanku benar-benar terkabul “

“ ah . . . itu hanya kebetulan “ ucap Baekhyun yang sepertinya juga tak begitu percaya dengan keajaiban salju pertama.

“ aku tak peduli itu kebetulan atau tidak, yang terpenting adalah permohonanku terkabul “

Saat Baekhyun dan Sehun tengah berdebat masalah salju pertama ini, tiba-tiba seseorang yang kami tunggu-tunggu pun datang juga. Siapa lagi kalau bukan pelatih koreografi kami Mr. Lee.

Kami pun mulai berlatih gerakan-gerakan baru yang akan kami tampilkan saat debut nanti. Pikiranku sedang kacau sekarang. kata-kata tadi teringang terus dipikiranku. Karena hal inilah aku mendapat ocehan dari Mr. Lee karena tak fokus dalam latihan hari ini.

Aku berusaha mencerna kata per kata yang ditulis oleh Hye Min. Adakah teka teki dibalik sederet kalimat yang tersimpan rapi didalam liontin ini ? ah. . . mungkin suatu saat aku akan mengetahui apa maksud dari kata-kata tersebut.

Incheon Airport, Seoul, 2 April 2012

Choi Hye Min Pov.

Ku hirup penuh arti udara yang tengah mengelilingiku ini. udara khas kota kelahiranku yang sangat aku rindukan. Yap. . . hari ini aku kembali ke korea setelah 7 tahun menetap di Cina karena appa ku yang ditugas pindahkan.

Beberapa orang terlihat bersorak Ria saat aku mulai keluar dari pintu kaca yang terpampang besar dihadapanku ini. Ah. . . kelihatannya mereka sedang menyambut idola mereka yang sepertinya satu penerbangan denganku. Semua orang yang keluar denganku juga sepertinya berpendapat sama. ini merupakan Hal biasa disini, jadi tak heran jika melihat segerombolan Fans korea yang selalu setia menunggu idolanya keluar dari balik pintu besar ini.

Aku yang sedikit tertarik dengan teriakkan para Fans yang memenuhui sisi bandara ini pun melirik kearah salah satu Fans yang membawa Banner yang cukup besar “ EXO ? boyband baru-kah ? “ aku pun melanjutkan kembali langkah kaki ku dan mencoba mencari-cari Sosok Yeoja yang menjemputku hari ini.

Aku pun mengeluarkan Ponsel yang tersimpan di Tas kecil yang terselempang rapi dibadanku. Tanganku mulai mengotak atik benda kecil tersebut dan mencari Nomer telfon Yeoja yang akan menjemputku hari ini “ Ah ketemu “ belum sempat aku menekan tompol hijau, dari kejauhan nampak seorang yeoja berlari kearahku. Yeoja yang tak asing dimataku ini pun berhenti di hadapanku dan mencoba mengatur nafasnya yang masih terengah-engah

“ Mi. . .Mianhae Hye Min-ah, aku terlambat “

“ kau selalu begini Eonnie, untuk kali ini aku akan memaafkanmu “ ucapku sambil menatap intens Yeoja yang tak lain dan tak bukan adalah Eonnie ku ini. Choi Hyo Rae namanya.

“ ah sepertinya BoyBand EXO sudah kembali dari Cina ya “

“ mereka BoyBand baru yach Eonnie ? soalnya aku gak pernah mendengar mereka sebelumnya “

“ Tentu saja, mereka salah satu BoyBand pendatang baru yang bernaung di SM Entertaiment “

“ wah. . . mereka pasti BoyBand yang hebat, bisa bergabung dengan agensi music sebesar itu. Kajja eonn kita pulang “ aku pun menarik tangan Hyo Rae eonnie yang masih termenung melihat sekumpulan Fans yang menunggu kedatangan Idolanya itu.

Saat ku langkahkan kaki ku tiba-tiba suara puluhan Fans itupun meledak. Ah. . . pasti Idola mereka sudah keluar. Aku tak begitu tertarik tentang hal seperti itu. aku ingin segera pulang dan mengistirahatkan tubuhku ku yang terasa remuk ini.

“ Sehun-ah “

“ Kai “

“ Kris oppa saranghae !!! “ Teriak para Fans saat melihat idolanya itu keluar dari pintu besar bandara tersebut.

Saat ku coba melangkahkan kakiku untuk menjauh dari kerumunan Fans tadi. gendang telingaku tak sengaja menangkap sebuah nama yang tak asing lagi bagiku. Nama yang selalu terngiang-ngiang dipikiranku. Nama yang ingin kutemui saat aku kembali dari Cina. ‘Ah. . . mungkin aku salah dengar’ yakinku dalam hati.

“ Do Kyung Soo oppa !!! “

Nafasku tercekat. Jantungku terasa berhenti saat nama itu kembali terdengar jelas digendang telingaku. Tubuhku terasa membeku, dan enggan untuk diajak berjalan menjauh dari kerumunan ini. Aku pun mencoba menoleh kearah suara itu berasal. Tampak Namja yang namanya tadi disebut melambaikan tangan putihnya pada kerumunan Fans yang ada didepan sana.

Terlalu sulit melihat namja yang bernama ‘ Do Kyung Soo itu dari jarak sejauh ini. Aku ingin melihat lebih jelas Namja itu. aku ingin memastikan apa itu Do Kyung Soo sahabat kecilku dulu atau orang lain yang memiliki nama sepertinya. Namun semua itu Nihil, sosok Namja yang kucari-cari itu telah menghilang.

“ Do Kyung Soo ? apa namja itu kau, Dio ? “

To be continued. . .

Next è White Winter : Love is like a Snowflake

Gimana Readers ? garing kan FF nya. Author akan ngelanjutin kalau banyak yang suka. Jangan lupa tinggalin jejak dan jempolnya ne ^^, kalau yang koment dikit g.g author lanjutin *ngancem bareng Kyuppa :P

           

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s